1.1. Pengertian Counter
Counter juga
disebut pencacah atau penghitung yaitu rangkaian logika sekuensial yang
digunakan untuk menghitung jumlah pulsa yang diberikan pada bagian masukan. Counter tersusun atas sederetan flip-flop yang
dimanipulasi sedemikian rupa dengan menggunakan peta Karnough sehingga pulsa
yang masuk dapat dihitung sesuai rancangan. Dalam perancangannya counter dapat tersusun atas semua jenis
flip-flop, tergantung karakteristik masing-masing flip-flop tersebut.
Dilihat dari arah cacahan, rangkaian pencacah dibedakan
atas pencacah naik (Up Counter) dan pencacah turun (Down Counter). Pencacah
naik melakukan cacahan dari kecil ke arah besar, kemudian kembali ke cacahan
awal secara otomatis. Pada pencacah menurun, pencacahan dari besar ke arah
kecil hingga cacahan terakhir kemudian kembali ke cacahan awal.
Ada dua macam counter, yaitu Asinkronous Counter dan Sinkronous Counter. Asinkronous Counter disebut juga Ripple Through Counter atau Counter Serial (Serial Counter), karena output masing-masing flip-flop yang digunakan akan berubah
kondisi dari “0” ke “1” dan
sebaliknya secara berurutan, hal ini disebabkan karena flip-flop yang paling ujung dikendalikan oleh sinyal clock, sedangkan sinyal clock untuk flip-flop lainnya berasal dari masing-masing flip-flop sebelumnya. Sedangkan pada counter sinkron, output flip-flop yang digunakan
bergantian secara serempak. Hal ini disebabkan karena masing-masing flip-flop tersebut dikendalikan secara serempak oleh sinyal clock. Oleh karena itu Counter Sinkron dapat pula disebut
sebagai Counter paralel (Parallel Counter).
1.2 Synchronous
counter
Counter
merupakan aplikasi dari Flip-flop yang mempunyai fungsi menghitung. Proses
penghitungan yang dilakukan Counter secara sekuensial, baik menghitung naik (Up Counting) maupun turun (Down Counting).
Berdasarkan
pemberian trigger di masing-masing flip-flop penyusun rangkaian Counter,
dikenal 2 macam Counter : Counter Sinkron (Synchronous Counter) dan Counter Asinkron (Asynchronous Counter).
Pada Counter Sinkron, sumber clock diberikan pada masing-masing
input Clock dari Flip-flop penyusunnya, sehingga apabila ada perubahan pulsa
dari sumber, maka perubahan tersebut akan men-trigger seluruh Flip-flop secara
bersama-sama.
Gambar 1.1 Contoh Up Counter Sinkron 3 bit
1.2.1 Up Dan Down Counter
Sebuah Counter disebut sebagai Up
Counter jika dapat menghitung secara berurutan mulai dari bilangan terkecil
sampai bilangan terbesar. Contoh : 0-1-2-3-4-5-6-7-0-1-2-….
Sedangkan
Down Counter adalah Counter yang dapat menghitung secara berurutan dari bilangan
terbesar ke bilangan terkecil. Tabel PS/NS untuk Up dan Down Counter 3 bit
seperti ditunjukan pada Tabel 1.1.
Untuk
membuat sebuah rangkaian Up Counter, lakukan langkah-langkah sintesa rangkaian
yang telah dijelaskan sebelumnya. Dari hasil persamaan logika berdasarkan Tabel
PS/NS di atas didapatkan rangkaian seperti di bawah ini :
Gambar
1.2 Rangkaian Up Counter Sinkron 3 bit
Berdasarkan
Tabel 2.1, dapat dilihat bahwa Down Counting merupakan kebalikan dari Up
Counting, sehingga rangkaiannya masih tetap menggunakan rangkaian Up Counter,
hanya outputnya diambilkan dari Q masing-masing
Flip-flop. Bentuk rangkaian Down Counter adalah seperti gambar 1.3.
Gambar
1.3 Rangkaian Down Counter Sinkron 3 bit
1.2.2 Rangkaian Up/Down Counter
Rangkaian
Up/Down Counter merupakan gabungan dari Up Counter dan Down Counter. Rangkaian
ini dapat menghitung bergantian antara Up dan Down karena adanya input
eksternal sebagai control yang menentukan saat menghitung Up atau Down. Pada
gambar 1.4 ditunjukkan rangkaian Up/Down Counter Sinkron 3 bit. Jika input
CNTRL bernilai ‘1’ maka Counter akan menghitung naik (UP), sedangkan jika input
CNTRL bernilai ‘0’, Counter akan menghitung turun (DOWN).
Gambar
1.4 Rangkaian Up/Down Counter Sinkron 3 bit.
1.3 Asynchronous counter
Pencacah
asinkron yaitu pencacah yang disebut juga ripple trough counter atau
serial counter karena masing – masing flip flop yang digunakan akan berguling
(berubah kondisi dari 0 ke 1) atau sebaliknya. Secara berurutan atau
langkah demi langkah hal ini disebabkan karena hanya flip flop yang paling
ujung saja yang dikendalikan oleh sinyal clock. Sedangkan sinyal untuk flip
flop yang lainya diambil dari masing – masing flip flop sebelumnya.
Gambar
1.5. Asynchronous
counter
1.3.1 Counter up
asinkron
Counter up asinkron adalah rangkaian digital yang
mencacah pulsa listrik dari nilai terendah ke nilai tertinggi dengan clock
secara asinkron.
Gambar 1.6. Skema rangkaian counter up asinkron
Tabel kebenaran rangkaian counter up asinkron
Clock
|
A4
|
A3
|
A2
|
A1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
1
|
2
|
0
|
0
|
1
|
0
|
3
|
0
|
0
|
1
|
1
|
4
|
0
|
1
|
0
|
0
|
5
|
0
|
1
|
0
|
1
|
6
|
0
|
1
|
1
|
0
|
7
|
0
|
1
|
1
|
1
|
8
|
1
|
0
|
0
|
0
|
9
|
1
|
0
|
0
|
1
|
10
|
1
|
0
|
1
|
0
|
11
|
1
|
0
|
1
|
1
|
12
|
1
|
1
|
0
|
0
|
13
|
1
|
1
|
0
|
1
|
14
|
1
|
1
|
1
|
0
|
15
|
1
|
1
|
1
|
1
|
Berdasarkan bentuk timing diagram di atas,
output Q dari flip-flop 1 menjadi clock dari flip-flop 2, sedangkan output Q
dari flip-flop 2 menjadi clock dari flip-flop 3 dan seterusnya. Perubahan pada
negatif edge di masing-masing clock flip-flop sebelumnya menyebabkan flip-flop
sesudahnya berganti kondisi (toggle), sehingga input-input J dan K di
masing-masing flip-flop diberi nilai ”1” (sifat toggle dari JK flip-flop).
1.3.2 Counter down
asinkron
Counter down asinkron adalah rangkaian digital yang
mencacah pulsa listrik dari nilai tertinggi ke nilai terendah dengan clock
secara asinkron.
Gambar 1.7. Skema rangkaian counter down asinkron
Tabel kebenaran rangkaian counter down asinkron
Clock
|
A4
|
A3
|
A2
|
A1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
0
|
2
|
1
|
1
|
0
|
1
|
3
|
1
|
1
|
0
|
0
|
4
|
1
|
0
|
1
|
1
|
5
|
1
|
0
|
1
|
0
|
6
|
1
|
0
|
0
|
1
|
7
|
1
|
0
|
0
|
0
|
8
|
0
|
1
|
1
|
1
|
9
|
0
|
1
|
1
|
0
|
10
|
0
|
1
|
0
|
1
|
11
|
0
|
1
|
0
|
0
|
12
|
0
|
0
|
1
|
1
|
13
|
0
|
0
|
1
|
0
|
14
|
0
|
0
|
0
|
1
|
15
|
0
|
0
|
0
|
0
|
Berdasarkan bentuk timing diagram di atas,
output Q-not dari flip-flop 1 menjadi clock dari flip-flop 2, sedangkan output
Q-not dari flip-flop 2 menjadi clock dari flip-flop 3. Perubahan pada negatif
edge di masing-masing clock flip-flop sebelumnya menyebabkan flip-flop
sesudahnya berganti kondisi (toggle), sehingga input-input J dan K di
masing-masing flip-flop diberi nilai ”0” (sifat toggle dari JK flip-flop).
1.3.3 Counter up/down
asinkron
Counter up/down asinkron adalah rangkaian
digital gabungan dari Up Counter dan Down Counter. Rangkaian ini
dapat menghitung bergantian antara Up dan Down karena adanya input eksternal
sebagai control yang menentukan saat menghitung Up atau Down. Pada rangkaian
Up/Down Counter Asinkron, output dari flip-flop sebelumnya menjadi input clock
dari flip-flop berikutnya.
Gambar 1.8. Rangkaian Up/Down Counter
Tabel kebenaran rangkaian counter up/down asinkron
Clock
|
A4
|
A3
|
A2
|
A1
|
Control
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
2
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
3
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
4
|
0
|
1
|
0
|
0
|
1
|
5
|
0
|
1
|
0
|
1
|
1
|
6
|
0
|
1
|
1
|
0
|
1
|
7
|
0
|
1
|
1
|
1
|
1
|
8
|
1
|
0
|
0
|
0
|
1
|
9
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
10
|
0
|
1
|
1
|
0
|
0
|
11
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
12
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
13
|
0
|
0
|
1
|
1
|
0
|
14
|
0
|
0
|
1
|
0
|
0
|
15
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|









Tidak ada komentar:
Posting Komentar